[ Mekanika & Dasar Fisika-Kimia ]

[ Elektronika & Mikrokontroler]

[ Informatika & AI ]

[ OOT ] - Otak Kanan

Selasa, 07 Oktober 2014

Tidak ada komentar :
Bismillah.. dan salam sejahtera untuk kita semua.

Setelah lama sekali tak meninggalkan jejak di tempat ini, (halah pembukaan mainstream, mesti minta maaf karna lama gak update blog x) ). Intinya, puji syukir kali ini disempet-sempetin nulisnya.

Ketika berkerja dengan banyak file dalam pemrograman, atau ketika membuat program / aplikasi yang fungsinya mengirim / mentransfer file, tentu kita akan memilih format data untuk dikirim. Umumnya, format data yang bisa digunakan untuk mengirim file (segala macam file, gambar, biner, dlsb) yaitu jenis encoding base64 atau hex file. Hex file yang dimaksud di sini bukanlah hex dalam bentuk biner, melainkan, bentuk biner yang dijadikan bentuk string hexa.

Semua file bisa diconvert menjadi string hexa atau base64, seperti pada contoh kali ini saya tampilkan bagaimana menkonvert file biner (binary file, file bin, file exe, dlsb) menjadi text dan sebaliknya. Berikut screen shot yang sempat saya capture.. pada console yang pertama, saya membuat file biner yang fungsinya sama dengan "ls -al" pada terminal linux. File binernya bernama "file".

PHP : Convert Binary File (All Files) to Base64 or Hex, Atau Sebaliknya

Sedangkan untuk tampilan console yang kedua, file biner diconvert menjadi file yang berisi string hexa yang disimpan ke file filehex. Selanjutnya filehex tersebut diconvert lagi ke file biner dengan nama file filehex.ori, ketika dieksekusi, aplikasi ini berjalan dengan normal.

PHP : Convert Binary File (All Files) to Base64 or Hex, Atau Sebaliknya

Berikut ini adalah source code yang bisa Anda pakai dengan bebs :D

<?php
if($argc<4){
  option();
}

function option(){
   $f = $_SERVER['PHP_SELF'];
   echo "\n##===========>> iseng by haripinter";
   echo "\nUsage: php ".$f." [option] [input] [ouput]";
   echo "\nExamp: php ".$f." file2hex binari_file binari_file.txt";
   echo "\n##=====>>";
   echo "\n\nOption:";
   echo "\n  - file2hex -> convert any files to hex format";
   echo "\n  - hex2file -> convert hex format to original file";
   echo "\n  - file2base64 -> convert any files to base64 encoding";
   echo "\n  - base642file -> convert base64 encoding to original file";
   echo "\n\n";
   exit;
}

$mode     = $argv[1];
$filename = $argv[2];
$output   = $argv[3];

$res = '';
switch($mode){
   case 'file2hex':
      $tmp = unpack("H*", file_get_contents($filename));
      $res = current($tmp);
      break;

   case 'hex2file':
      $res = pack("H*", file_get_contents($filename));
      break;

   case 'file2base64':
      $res = base64_encode(file_get_contents($filename));
      break;

   case 'base642file':
      $res = base64_decode(file_get_contents($filename));
      break;

   default:
      option();
}
file_put_contents($output,$res);
?>

Semoga bermanfaat.


Selasa, 30 September 2014

Tidak ada komentar :
if you interest in.. :)


stdClass Object (
    [created_at] => Mon Sep 29 10:08:46 +0000 2014 
    [id] => 516530011554074625 
    [id_str] => 516530011554074625 
    [text] => Aku bebas! :D 
    [source] => Twitter for Android 
    [truncated] => 
    [in_reply_to_status_id] => 
    [in_reply_to_status_id_str] => 
    [in_reply_to_user_id] => 
    [in_reply_to_user_id_str] => 
    [in_reply_to_screen_name] => 
    [user] => stdClass Object ( 
        [id] => 191706871 
        [id_str] => 191706871 
        [name] => haripinter̢㢠
        [screen_name] => hxpinter 
        [location] => ( #!/sbin/csh ) 
        [description] => Something you never understand! 
        [url] => http://t.co/UnBjXjPiYX 
        [entities] => stdClass Object ( 
            [url] => stdClass Object ( 
                [urls] => Array ( 
                    [0] => stdClass Object ( 
                        [url] => http://t.co/UnBjXjPiYX 
                        [expanded_url] => http://elangsakti.com 
                        [display_url] => elangsakti.com 
                        [indices] => Array ( 
                            [0] => 0 
                            [1] => 22 
                        ) 
                    )
                )
            )
            [description] => stdClass Object (
                [urls] => Array ( ) 
            ) 
        ) 
        [protected] => 
        [followers_count] => 255 
        [friends_count] => 476 
        [listed_count] => 1 
        [created_at] => Fri Sep 17 03:45:15 +0000 2010 
        [favourites_count] => 3282 
        [utc_offset] => -25200 
        [time_zone] => Pacific Time (US & Canada) 
        [geo_enabled] => 1 
        [verified] => 
        [statuses_count] => 6903 
        [lang] => en 
        [contributors_enabled] => 
        [is_translator] => 
        [is_translation_enabled] => 
        [profile_background_color] => 131516 
        [profile_background_image_url] => http://abs.twimg.com/images/themes/theme14/bg.gif 
        [profile_background_image_url_https] => https://abs.twimg.com/images/themes/theme14/bg.gif 
        [profile_background_tile] => 1 
        [profile_image_url] => http://pbs.twimg.com/profile_images/477103830354518016/nub601Mu_normal.jpeg 
        [profile_image_url_https] => https://pbs.twimg.com/profile_images/477103830354518016/nub601Mu_normal.jpeg 
        [profile_link_color] => 009999 
        [profile_sidebar_border_color] => EEEEEE 
        [profile_sidebar_fill_color] => EFEFEF 
        [profile_text_color] => 333333 
        [profile_use_background_image] => 1 
        [default_profile] => 
        [default_profile_image] => 
        [following] => 
        [follow_request_sent] => 
        [notifications] => 
    ) 
    [geo] => 
    [coordinates] => 
    [place] => 
    [contributors] => 
    [retweet_count] => 0 
    [favorite_count] => 0 
    [entities] => stdClass Object ( 
        [hashtags] => Array ( ) 
        [symbols] => Array ( ) 
        [urls] => Array ( ) 
        [user_mentions] => Array ( ) 
    ) 
    [favorited] => 
    [retweeted] => 
    [lang] => in 
)




Minggu, 13 Juli 2014

Tidak ada komentar :
Perhatikan ketiga rumus di bawah ini :
Hubungan perpangkatan, akar, dan logaritma memahami matematika
  1. 2 pangkat 3 = 8, artinya 2 dikalikan sebanyak 3 kali (2 x 2 x 2 = 8). Saya pikir konsep ini sudah umum :)
  2. Akar (pangkat 3) dari angka 8 = 2, artinya, angka berapa jika dikalikan 3 kali menghasilkan 8? jawabannya adalah 2.
  3. Logaritma berbasis 2 dari angka 8 = 3, artinya 2 pangkat berapa menghasilkan angka 8? jawabannya adalah 2 pangkat 3.

Sedikit mengingatkan, standarnya, jika akar tidak ditentukan akar pangkatnya, maka dianggap akar pangkat 2. Kemudian logaritma (log), 'kebalikan' dari perpangkatan. Pada contoh, itu adalah akar pangkat 3. Untuk logaritma, standarnya (jika tidak disebutkan basisnya) dianggap log basis 10. Misal log 10 artinya logaritma basis 10 untuk angka 10, maksudnya, 10 pangkat 'berapa' jika ingin menghasilkan angka 10? Jawabnya adalah 1, atau 10 pangkat 1 = 10. Atau bisa ditulis menjadi log 10 = 1. Log 100 = 2, artinya 10 pangkat 2 = 100. Sedangkan pada contoh, itu adalah logaritma berbasis 2.


Sabtu, 12 Juli 2014

Tidak ada komentar :
Tulisan ini tidak membahas harga lem tembak, :p. Untuk para crafter (pembuat bros, aksesoris, kerajinan) dan siapa saja yang berkutat dengan tool yang satu ini, mungkin seringkali kesal ketika tiba-tiba lem tembaknya macet sehingga lem cairnya tidak bisa keluar. Karena macet itu pula, kadang pemetiknya pun ikut patah karena dipaksa. Sehingga, daripada repot-repot memperbaiki, lebih baik beli aja lagi yang baru.

Pada dasarnya macetnya lem tembak itu umumnya karena ada benda yang ikut masuk ke dalam lubang lem sehingga menyumbat. Biasanya, yang kami alami adalah selotip yang lupa dibuang dari lem. Selotip ini kan plastik, jadi tidak bisa dilelehkan dengan sempurna oleh panas dari lem tembak, sehingga bikin mampet. Solusi? Bakar! Ya, Bakar. :D

1) Buka sekrup lem tembak, dalam hal ini saya tidak akan menjelaskan secara rinci bagaimana cara membukanya. Pisahkan semua bagian. Jika kesulitan membukanya karena masih banyak lem yang merekatkan, maka hidupkan dulu lem tembaknya, sehingga mudah ketika memisahkan kedua sisi lem tembaknya.


2) Kalau sudah terbuka, maka elemen pemanas adalah bagian yang tersambung dengan dua kabel. Matikan dulu lem tembaknya, biar tidak kesetrum. Selanjutnya, buka karet yang menempel pada sisi belakang elemen (kalau di gambar, yang berwarna merah dan ada per-nya). Buka pelan-pelan agar tidak rusak. Untuk lebih amannya, kalau misal tadi dipanaskan, dinginkan dulu. Lepas semua bagian yang menempel pada elemen pemanas, sehingga tampak seperti pada gambar berikut.


3) Elemen pemanas pada lem tembak, ternyata bukan lilitan. Entah apa itu namanya, yang pasti bentuknya batangan. Bukalah, selotip yang berwarna cokelat itu. Itu adalah selotip tahan panas, jadi tidak bisa digantikan dengan selotip plastik biasa. Dengan demikian, sangat kecil kemungkinan elemen pemanas ini mengalami kerusakan. Jadi, hampir tidak mungkin rusak, yang rusak paling body dari lem tembak, per, atau bagian lainnya.


4) Setelah semua bagian terpisah, bakarlah. Bakarlah dengan spiritus atau di atas kompor gas LPG. Kenapa? Bisa saja kita bakar dengan lilin atau kertas, tapi nanti elemenya jadi hitam. Seperti pada gambar, saya membakarnya dengan Thinner. Kalau bisa, bakar bagian tengahnya. Sehingga kotoran-kotoran yang ada di dalamnya keluar dari ujung depan atau ujung belakang.


5) Jika memang ada kotoran atau plastik, maka ujung depan atau ujung belakang lama-lama akan terbakar. Bakarlah sampai bersih. Jika dirasa sudah bersih, dimakan hingga dingin. Apabila sudah dingin, coba tiup lubang belakang dengan mulut, jika di lubang depan terasa ada udara keluar sedikit, berarti kotorannya sudah hilang. Coba rakit lem tembak seperti semula.


Perhatika, kabel atau lempengan yang mengapit kotak besi pemanas tidak boleh tersambung secara langsung (harus nempel/mengapit besi pemanas). Jika tersambung secara langsung, maka akan terjadi short. Efeknya, bisa jadi kabelnya akan terbakar, atau meteran jadi turun / jeglek, atau sekring putus. Tapi, jangan kawatir, selama kedua lempengan tidak tersambung secara langsung, aman. Semoga bermanfaat.


Minggu, 29 Juni 2014

Tidak ada komentar :
shortnote

[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\Class\{4d36e968-e325-11ce-bfc1-08002be10318}\0000]
"FeatureTestControl"=dword:0000f048

atau

[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\Class\{4d36e968-e325-11ce-bfc1-08002be10318}\0001]
"FeatureTestControl"=dword:0000f048




Rabu, 30 April 2014

Tidak ada komentar :
Menggunakan PuTTY : Aplikasi Komunikasi Serial (RS232) Pengganti HyperterminalPada sistem operasi Windows 7 dan yang lebih baru tidak lagi mengikutsertakan aplikasi Hyperterminal seperti pada Windows XP. Lalu bagaimana jika ingin membuat koneksi ke peralatan lain dengan Hyperterminal? Untuk masalah ini, solusinya ada dua, bisa download aplikasi Hyperterminal di artikel sebelumnya [0], atau menggunakan PuTTY. PuTTY? Ya, PuTTY. Download saja filenya dari link pada bagian referensi di bagian akhir artikel ini [1].

Mungkin hal ini banyak yang tahu, akan tetapi saya baru sadar ketika melihat jenis koneksi yang disediakan oleh PuTTY. Biasanya sih, saya menggunakan PuTTY hanya untuk melakukan koneksi SSH ke komputer / server yang ada di jaringan intranet atau internet. Tapi, selain koneksi SSH, telnet, dan RLogin, ternyata PuTTY juga bisa untuk koneksi serial :D baru tahu.

Menggunakan PuTTY : Aplikasi Komunikasi Serial (RS232) Pengganti Hyperterminal

Silakan buka aplikasi PuTTY, tandai pilihan "Serial", kemudian sesuaikan baudrate dan port Serial pada komputer. Kalo belum tahu cara melihat ada di COM berapa kabel serialnya (atau bisa juga pake USB to Serial), bisa cek dengan cara yang sudah dijelaskan sebelumnya [0].

Setelah itu, menu Category, pilih Connection dan Klik menu Serial. Selanjutnya tentukan konfigurasi-konfigurasi sesuai keperluan. Misal pada contoh ini kita ingin ngecek apakah kabel kita bisa mengirim atau menerima data, maka ganti bagian Flow Control menjadi "None", seperti tampak pada gambar.

Menggunakan PuTTY : Aplikasi Komunikasi Serial (RS232) Pengganti Hyperterminal

Untuk informasil lebih detail tentang cara ngecek kabel Serial (atau USB to Serial) masih berfungsi dengan baik, bisa menggabungkan tutorial ini dengan artikel sebelumnya yaitu tentang cara menyambung pin untuk mengirim dan menerima data dan mengeceknya dengan Hyperterminal. Untuk hasilnya, seperti pada gambar paling atas pada artikel ini. :) Semoga bermanfaat.

Refs :
[0] Cara Cek/Tes Kabel DKU-5 & USB to Serial (rs232) Converter Normal atau Rusak
[1] http://www.chiark.greenend.org.uk/~sgtatham/PuTTY/download.html