[ Mekanika & Dasar Fisika-Kimia ]

[ Elektronika & Mikrokontroler]

[ Informatika & AI ]

[ OOT ] - Otak Kanan

Kamis, 24 April 2014

Tidak ada komentar :
Bismillah...

Sebelumnya sudah kita bahas bagaimana cara membuat kabel USB to Serial (rs232) dengan kabel DKU-5 (cek Membuat USB to Serial RS232 dengan Kabel DKU-5 dan Ponsel Bekas). Pada tulisan kali ini, kita akan membahasa bagaimana melihat kondisi / cara ngecek apakah kabel converter USB to Serial (rs232) dalam kondisi baik dan tidak rusak.

Aplikasi yang kita butuhkan adalah aplikasi Hyperterminal. Aplikasi tersebut sudah ada pada windows dan linux, hanya saja, untuk pengguna Windows 7 akan kesusahan mencari, sebab pada windows 7 aplikasi tersebut sudah tidak disertakan. Solusinya, copy aplikasi tersebut dari windows XP, atau Anda bisa mendownload aplikasi tersebut di SINI. Aplikasi tersebut juga support untuk windows 64 bit.

Langkah awal yang paling penting adalah, sambungkan pin 2 dan 3 seperti tampak pada gambar dengan kabel atau konduktor apa saja. Kenapa kok pin-pin tersebut yang disambung? Sebab kedua pin tersebut berfungsi untuk mengirim (Tx) dan menerima (Rx) data. Sehingga, cara ini secara teori, kita akan mengirim data ke kabel USB via hyperterminal, kemudian menerima data tersebut untuk ditampilkan lagi pada hyperterminal. Sederhana kan? :D

Pada file hyperterminal yang tak sharing itu isinya seperti ini. Klik hyperterminal.exe untuk menjalankan aplikasi, jika muncul notifikasi seperti pada gambar di bawah, klik OK saja.





Berikutnya isikan nama koneksi, penamaannya bebas. Pilih gambar Telepon, kemudian klik OK.




Selanjutnya, County/Region biarkan saja, aplikasi tidak membutuhkan informasi tersebut karena kita akan membuat koneksi serial, bukan sambungan telepon. Langsung ke bagian Connect Using, pilih port yang dipakai oleh USB. Pada contoh ini, ternyata USB yang saya pakai terletak pada COM25. Bagaimana saya bisa tahu bahwa USB to serial yang saya pakai ada pada COM25?
  

Untuk mengetahui dimana USB kita nancep, kita bisa menggunakan Device Manager. Device Manager bisa dicari di Control Panel, atau cara yang sering saya gunakan untuk membuka Device Manager adalah seperti berikut. Pertama, tekan tombol Windows + R bersamaan (Tombol Windows itu adalah tombol yang bergambar jendela / logo windows) atau bisa lewat Start - Run. Setelah itu ketikkan "devmgmt.msc" kemudian tekan tombol OK, seperti pada gambar.



Jika benar, akan tampil jendela baru seperti pada gambar di bawah. Cari bagian Ports, seperti pada gambar, ada tulisan driver yang bernama USB-SERIAL .. COM25. Nah, berarti USB kita ada pada port COM25.



Kembali ke topik. Setelah menentukan port dari USB to Serial, selanjutnya klik OK sehingga muncul tampilan seperti berikut. Ganti nilai pada Bits per Second menjadi 9600 dan Flow Control menjadi None (perhatikan bagian yang ada gambar tangannya). Setelah diubah, klik OK.



Berikut adalah tanda bahwa hyperterminal sudah konek ke kabel USB to Serial. Konek saja belum cukup, selanjutnya kita cek apakah kabel tersebut bisa digunakan untuk mengirim atau menerima data. Coba ketikkan sembarang huruf pada teks area pada hyperterminal, jika ada tulisan yang muncul, berarti kabel tersebut normal dan tidak rusak. Tapi kalau tidak ada tulisan yang muncul, bisa jadi kabel tersebut rusak. Selanjutnya kita coba ganti konfigurasinya.



Kita coba ganti konfigurasi biar tambah yakin ;D , matikan koneksi hyperterminal ke kabel dengan cara meng-klik icon tutup telpon. Jika komputer sedang terkoneksi, maka icon yang aktif adalah icon gagang telepon terangkat, sedangkan untuk menutup koneksinya, klik saja icon telpon yang terangkat tersebut.

Selanjutnya, klik menu File - Properties. Pilih tab Setting, klik tombol ASCII Setup. Selanjutnya, beri tanda CEK / centang pada "Echo typed character locally". Artinya, setiap karakter yang kita ketik akan selalu muncul. Jika kabel tersebut normal, harusnya setiap kita mengetik satu karakter, maka akan muncul 2 karakter yang kita ketik. Yang satu adalah karakter yang kita kirim ke kabel, yang kedua adalah karakter yang kita terima dari kabel. Sederhana kan?


Hasilnya, seperti berikut. Setiap satu karakter akan muncul dua kali menandakan, kabel kita bisa mengirim dan bisa menerima data.




Selasa, 15 April 2014

Tidak ada komentar :
Bismillah..

Untuk display huruf itu, satu baris standarnya 80 x 25, dimana setiap satuan berisi 2 byte. Satu byte pertama untuk karakter / huruf ASCII sedangkan untuk byte kedua untuk atribut karakter. Sehingga satu baris itu standarnya berisi 160 byte dan satu kolom itu berisi 50 byte.

Oleh karena itu, untuk mengakses posisi pada layar, bisa menggunakan rumus:
Huruf   = (baris * 160) + (kolom * 2)
Atribut = Huruf + 1

Dimana huruf dan Atribut adalah alamat memory. Default mermory untuk layar berwarna ada pada segmen 0B800h. Sehingga untuk mengakses alamatnya adalah dengan memadukan antara segment:offset atau 0B800h:Huruf untuk karakter dan 0B800h:Atribut untuk atributnya.

cetak macro x,y,hrf,attr
    mov ax,0b800h   ; alamat layar
    mov es,ax       ; tunjuk segmen layar
    
    mov ah,y
    mov al,160
    mul ah
    mov bx,ax
    
    mov ah,x
    mov al,2
    mul ah
    add bx,ax
    
    mov al,hrf
    mov ah,attr
    mov es:[bx],al
    mov es:[bx+1],ah
endm


org 100h
cetak 0 0 'A' 95  ; cetak baris kolom huruf atribut


semoga berguna -______-"


Jumat, 11 April 2014

Tidak ada komentar :
Bismillah..

Hal ini biasanya dialami oleh temen-temen yang baru belajar mikrokontroller. Ketika membuat aplikasi untuk mendrive (menghidup-matikan) relay dengan mikrokontroller, maka yang dibingungkan kadang ketika tidak menemukan relay 5 volt sementara voltase output bahkan tidak sampek 5 volt.

Gimana caranya? Kita menggunakan bantuan transistor untuk mendrive relay. Ingat, fungsi transistor di sini tidak sebagai penaik tegangan, melaikan sebagai switch. Sehingga, jangan berpikir bahwa input 3 volt disini akan naik menjadi 12 volt. Bukan, 12 volt yang digunakan untuk mengendalikan relay didapat dari power supply luar.

Berikut skemanya:


Perhatikan, pada gambar saya bagi menjadi tiga bagian yang dilingkari warna kunig-kehiajauan, saya beri label A, B, dan C. Rangkaian utama kita adalah pada lingkaran C, dimana transistor C9013 berfungsi sebagai switch untuk menghidupkan relay. Sedangkan pada lingkaran A, itu hanya sebagai simulasi saja, anggap saja itu alat yang akan dikendalikan oleh relay. Sedangkan pada lingkaran C, itu adalah input 3 volt. Input ini bisa jadi dari kaki mikrokontroller atau ouput lainnya.

Kenapa di rangkaian C ada banyak Resistor? Itu saya pake untuk membagi tegangan saja, saya fungsikan sebagai input. Jadi kalo 12 volt dibagi 4 resistor yang dilainya sama, maka tiap resistor akan memiliki tegangan 3 volt. Seperti pada rangkaian, input saya letakkan pada resistor yang paling bawah, yaitu 3 volt.

Kita kembali ke rangkaian B, disitu ada resistor 10K, resistor tersebut berfungsi sebagai peredam arus sehingga arus yang masuk tidak merusak transistor. Pada transistor C9013 tegangan Basis-Emitor tidak boleh lebih dari 1 volt, jika lebih, maka transistor akan mati. Fungsis 10K ini yang akan membagi tegangan itu, sehingga tegangan jepit Basis-Emitor hanya 0.7 ohm.

Kenapa transistor yang dipilih C9013? iseng aja, itu transistor yang ada di sini. Dalam membuat sakelar dari transistor, pake transistor jenis apa saja bisa, yang penting kita tahu karakteristiknya. Ngngng.. untuk teori lainnya, kapan-kapan ya, yang penting rangkaian ini bisa berfungsi, saya sudah senang hehe.

Oiya, untuk relay 5 volt, rangkaian dasarnya sama saja. Tapi jangan lupa, untuk semua jenis relay, tambahkan diode, diparalel dengan relay. Buat, apa? untuk melindungi transistor dari tegangan back EMF yang bisa merusak transistor. Apa itu back EMF, back EMF itu bisa dipake buat mainan yang dinamakan Joule Thief, cek di sini ( Video : Lebih Memahami Back EMF pada Coil (Konsep dasar Joule Thief) ), kali aja belum tahu :D


Semoga bermanfaat :D


Minggu, 06 April 2014

Tidak ada komentar :
Andai kita sudah cukup dengan urusan primer kita
Kita pasti mudah berinovasi
Andai kita sudah tidak berpikir lagi masalah 'makan apa hari ini'
Kita pasti mudah berkembang dan belajar hingga expert
Andai kita sudah selesai dengan urusan 'mau tinggal di mana'
Mungkin kita sudah jadi inventor

Menurut hemat saya
Orang Indonesia bukanlah orang-orang bodoh
Orang Indonesia bukanlah orang-orang dengan IQ jongkok
Orang Indonesia hanya kebanyakan sibuk mikirin 'makan apa'
Andai hidup kita sudah sejahtera, kita bisa lebih bebas berkarya
Tanpa khawatir tak bisa makan
Orang Indonesia hanya masih sibuk dengan pekerjaan dan cari makan
Sehingga tidak semua bisa berinovasi dengan maksimal

Kita orang Indonesia keturunan bangsa hebat
Generasi kita saat ini saja yang masih terpuruk
Saya yakin bisa memberikan sesuatu buat Indonesia
Saya yakin kita bisa dari sekarang

Seperti dalam tangis ketika terguncang
Bahwa 'aku' akan membuat mereka ternganga dengan kita
Bahwa 'aku' akan membuat kita menguasai bumi ini
Bahwa 'aku' punya tuhan yang selalu membantu
Aku akan membuatnya
Aku akan membuatnya
Aku akan membuatnya
Aku akan membuatnya!


Jumat, 04 April 2014

1 komentar :
23.47 - 00.16 wib

Bismillah... 

cinta itu hanya istilah
berbentuk tulisan, bunyi suara, menjelma tindakan perhatian, atau diam-diam
cinta itu ~

tak ada yang lebih berharga selain kita berusaha untuk menghabiskan jatah waktu untuk cinta
cinta yang bukan hanya tulisan
atau sebatas bunyi suara
cinta tak lebih berharga dari waktu
tapi waktu akan melambat jika tanpa cinta
atau bahkan tanpa rasa, tanpa arah, hanya melihat sesal tak guna

hari (yang) ini
hari (yang) yang tak bisa berhenti karena bagian dari satuan waktu
waktu, ada cinta di balik waktu.
ada tuhan di balik cinta.

waktu bukan ukuran kualitas
batu akan tetap batu walau ribuan tahun ada di permukaan tanah
batu bisa dibuat jadi intan permata dalam hitungan hari
jika kita membakar dalam tekanan tinggi dan terkontrol
terlalu banyak intan permata dalam diri kita
yang terbengkalai karena terlalu menyepelekan waktu dan menyepelekan diri sendiri

bertambahnya usia bukan alasan untuk berbangga dan bersenang-senang
harusnya kita lebih halus lagi berpikir dan instrospeksi lebih dalam
lama hidup di bumi ini bukan arti kehebatan diri
bukan pula pertanda kita sudah berbuat baik dan mulya
curigalah, kita disuruh untuk memperbaiki diri
curigalah, bahwa kita harus lebih bermanfaat lagi
curigalah, bisa jadi amal baik kita lebih sedikit dari kejelekan kita
sehingga hidup kita ditangguhkan, dan diberi kesempatan lagi untuk perbaikan
curigalah, misi baik kita belum usai
jadilah orang yang kemanfaatannya melebihi umurnya
jadilah orang yang siap untuk mencetak generasi,
bukan sekedar manusia tua yang tak berguna dan sebentar lagi akan keriput
berat dan susah itu hanya masalah sudut pandang

jadilah inspirator dan teladan
waktu kita di bumi tak begitu lama

have a nice year, have a nice life.. my kreswanti.com
with love
haha
he


Selasa, 01 April 2014

Tidak ada komentar :

Bismillah,..

Semalem, sebelum berangkat ke luar kota, maksud hati ingin membawa toolset untuk bermain dengan mikro walaupun dalam pendampingan. Karena power supply yang biasanya dipake itu berukuran agak besar, berat, dan tampilannya kusut. Sehingga punya niat untuk membuat power supply 12 volt yang tanpa menggunakan trafo, sehingga power supply bisa lebih ringan dan lebih simple.

Googling kesana-kemari, akhirnya nemu skema rangkain power supply yang seperti di bawah paragraf ini (nemu di http://www.electroschematics.com/5935/12volts-transformerless-power-supply/). Beberapa komponen tidak sama persis nilainya, akan tetapi mendekati ya ndak terlalu masalah. Yang penting pada komponen Dioda Zener yang harus 12 volt dan dioda penyearah (rectifie). Oiya, bentuk fisik untuk dioda zener itu bening, terbuat dari kaca. Sedangkan dioda penyearah warnanya hitam dengan warna putih di ujungnya, dan terbuat dari silikon.


Lalu? Dalam sebuah artikel, katanya kalau menggunakan power supply tanpa trafo berhati-hati, jangan sampai menyentuh jalurnya sambil grounding (nyentuh lantai, pokoknya segala hal yang mendukung penyetruman diri :D). Saya penasaran.

Setelah selesai merakit power suply 12 volt tadi, saya cek outputnya dengan AC dahulu. Hasilnya? Ada angkanya,, ratusan. Artinya Ac masih mengalir di situ. Kemudian saya cek outputnya dengan DC, ada juga, fluktuatif dari 11 hingga 12 volt. Kemudian hening.

Saya coba sentuh salah satu jalur / bekas solderan timah di kaki negatif elco, yaitu pada jalur output. Ternyata tidak nyetrum. Kemudian perlahan saya turunkan kaki dari kursi, kemudian saya sentuh sedikit. Ndak ada reaksi apa-apa. Lalu saya lebih keras nginjakkan kaki ke lantai. Drrrt.. kesetrum! :D Dan yang paling parah, kayaknya mikro saya rusak gara-gara power suply tersebut. Tadinya lcd di project board ada tulisan elang-sakti, lah ini ndak muncul lagi -,,-.

Siang ini, masih penasaran. Kemudian saya searching apa yang sebenarnya terjadi dengan power suply transformerless tersebut sehingga masih bisa membunuh orang? Jawaannya ada pada Appnotes yang diterbitkan oleh microchip (http://ww1.microchip.com/downloads/en/AppNotes/00954A.pdf). Weeeew...

So, sebenarnya bisa saja sih, hanya saja jika kita terapkan pada alat-alat elektronik yang groundnya keluar atau mudah disentuh, mending pake trafo saja. Tapi jika apliance yang kita buat full tertutup, gak masalah sih, itung-itung menghemat komponen. :D


Update 6 April 2014---


Akhirnya tak bikin adaptor baru, pake trafo 1A. Tak bikin khusus buat perlengkapan mikro. Input 220vac dan outputnya 5 volt dan 12 volt. Dan itu adalah ic mikro ATMega16a saya yang mati gegara power supply transformerless... :D