Agar Listrik Tidak Nyetrum & Tidak Anjlok - Elang Sakti
Download Ebook Belajar Arduino PDF, Arduino untuk pemula
Jasa Pembuatan Program Arduino, pemrograman Arduino
# Hack Your Skills! to be Professional Mechatronics

Agar Listrik Tidak Nyetrum & Tidak Anjlok

Tidak ada komentar
Cara ini kadang digunakan oleh teknisi dan tukang servis elektronik untuk menghidari kena setrum dan MCB trip atau listrik jepret saat terjadi short pada alat yang sedang diperbaiki. Alat ini hanya menggunakan transformator (trafo) yang disebut dengan Isolation Transformer (tranformator isolasi) dan tanpa komponen tambahan.
Gambar Isolation Transformer Cara Membuat Listrik Tidak Nyetrum & Tidak Anjlok
Gambar Isolation Transforder dengan dua buah trafo

Apa itu Isolation Transformer?

Isolation transformer (transformator isolasi) agak jarang ada di pasaran. Transformator (trafo) yang umumnya ada di pasaran yaitu trafo step up dan trafo step down. Trafo step up berfungsi untuk menaikkan tegangan, trafo ini biasa dipakai untuk inverter dari 12 volt atau 24 volt menjadi 220 volt. Sebagai salah satu contoh, inverter biasa digunakan untuk menaikkan tegangan aki agar bisa dipakai untuk menyalakan peralatan rumah tangga yang bekerja pada tegangan 220 volt.

Trafo step down merupakan kebalikan dari trafo step up, yaitu menurunkan tegangan. Biasanya trafo step down digunakan untuk menurunkan tegangan 220 volt dari listrik PLN menjadi tegangan sesuai dengan kebutuhan kita, misal 3 volt, 4.5 volt, 12 volt, 24 volt, dst. Trafo jenis ini hampir ada pada alat elektronik yang memakai daya rendah tapi menggunakan listrik dari PLN sebagai catu dayanya.
Gambar Transformator isolasi Cara Membuat Listrik Tidak Nyetrum & Tidak Anjlok
Gambar Trafo
Trafo yang jarang ada di pasaran yaitu trafo isolasi (transformator isolasi). Trafo jenis ini tidak berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan. Tegangan yang keluar dari trafo ini sama dengan tegangan masukan. Jika, tegangan masukannya 220 volt, maka keluarannya tetap 220 volt. Jadi, apa sebenarnya fungsi dari trafo isolasi jika tegangan yang dihasilkan sama saja?

Trafo Isolasi sebagai Anti MCB Jepret

Jika Anda sering ngoprek, mencoba-coba, dan bermain dengan alat-alat elektronik, maka setidaknya Anda butuh trafo jenis ini. Apalagi jika Anda sering melakukan reparasi alat elektronik dengan listrik dengan MCB tunggal dan tanpa disegmen sesuai dengan keperluan, alat ini wajib Anda miliki. Kenapa? Bayangkan, jika Anda sedang reparasi, kemudian terjadi short pada rangkaiannya, yang terjadi adalah MCB akan turun / anjlok dan listrik seluruh rumah akan padam.

Dengan trafo isolasi, listrik Anda tidak akan padam walaupun terjadi short, sebab short pada rangkaian di gulungan sekunder trafo tidak akan berpengaruh pada listrik rumah. Dengan demikian, walaupun terjadi short pada rangkaian, MCB tidak akan jepret dan listrik rumah akan tetap menyala.

Anda tidak Akan Kena Setrum

Tegangan PLN salah satu kabelnya di-ground-kan ke bumi, sehingga di namakan Arde. Apabila kita pegang kawat fasanya dan kita menginjak bumi tanpa isolasi yang memadai (misal, sandal karet), maka kita akan merasakan setrum yang bisa mematikan. Dengan trafo isolasi (Isolation Transformer), maka tegangan yang masuk ke lilitan primer akan ditransfer ke lilitan sekunder akan menghilangkan efek setrum terhadap bumi.

Dengan demikian jika kita memegang salah satu dari terminal sekunder trafo, kita tidak akan kena efek setrum itu walau kita menginjak bumi. Tapi kita akan kena setrum apabila kedua terminalnya kita pegang bersamaan. Hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu menghilangkan efek setrum PLN kecuali dengan transformator (tetapi bukan oto transformer, apa itu oto transformer? kita membahasnya di artikel selanjutnya).

Sekali lagi, trafo ini sangat diperlukan bagi tukang service TV dimana seringkali harus mengukur berbagai titik ukur pada bagian switching power supply yang beresiko kena setrum terhadap bumi (atau istilahnya HOT). Selanjutnya, jika jarang ada di pasaran, lalu bisakah kita membuatnya? Bisa.

Cara Membuat Transformator Isolasi

Setidaknya ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat trafo isolasi, yaitu dengan menggulung sendiri atau menggunakan trafo step down yang ada di pasaran. Jika Anda bermaksud untuk menggulung sendiri, Anda berarri harus menyiapkan kabel email berisolasi dan besi dari trafo bekas. Setelah itu Anda bisa menggulungnya dengan ketentuan jumlah lilitan di primer sama dengan jumlah lilitan di sekunder. Tapi jika ingin yang lebih simpel, Anda bisa membeli dua buah trafo yang memiliki Ampere yang sama, misal sama-sama trafo 5 Ampere.
Gambar Skema Rangkaian Transformator isolasi atau Isolation Transformer
Skema / Rangkaian Transformator Isolasi
Cara merangkainya seperti tampak pada gambar di atas, sambungkan terminal primer trafo yang pertama ke listrik PLN, kemudian output trafo pertama pada terminal sekunder (misal, yg 60 volt) disambungkan ke terminal sekunder pada trafo kedua (juga pada terminal yang 60 volt). Nah, terminal primer pada trafo kedua akan menjadi output 220 volt dari rangkaian trafo ini. Kombinasi trafo yang seperti akan menjadi trafo isolasi. Lalu apakah pemilihan Ampere trafo dan volt yang dipilih akan berpengaruh pada output? Tentu!

Anggap saja trafo yang kita pakai adalah 5 Ampere, jika di sekunder kita menggunakan 50 volt, maka daya maksimum yang bisa dipakai yaitu sekitar 60 volt * 5 A = 300 Watt. Tapi tidak sesederhana itu, pasti dayanya akan drop dan tidak ada peralatan elektronik yang sempurna. Berdasarkan perhigungan ini, maka pemilihan ampere trafo dan voltase pada lilitan sekunder berpengaruh pada kemampuan trafo isolasi jenis ini. Selamat berakhir pekan, dan selamat mencoba.


Written by Hari Santoso
Agar Listrik Tidak Nyetrum & Tidak Anjlok
Bahasan: Cara ini kadang digunakan oleh teknisi dan tukang servis elektronik untuk menghidari kena setrum d...
Published at Kamis, 14 Mei 2015, Updated at Kamis, 14 Mei 2015
Reviewed by dr. on
Rating: 4.7

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar